Apabila orang tua kita meninggal, turunlah dalam liang kubur dan sambutlah jenazahnya. Buka penutup keranda, angkat jenazah ibu ayah kita. Biarkan kita yang mengalih jenazah ibu ayah kita menghadap ke arah kiblat. Kita yang melakukan, bukan hanya menyaksikan saja orang lain yang melakukan.

Allahu Robb. Terakhir kali melihat ayah ibu. Biarkan kita yang merelai ikatan di kepala dan di tubuhnya. Pegang perlahan-lahan badan ayah ibu kita. Arahkannya dengan baik-baik, ambil gumpalan tanah dan letakanlah di belakang tengkuk ayah ibu kita.

Ayah ibu, terakhir kali inilah peluang melihat mu di dunia. Terlintas dalam hati kita sambil memegangnya. Kenanglah pengorbanan ibu saat mengandungkan kita, saat terlahir, tangannya lah yang mengelus lembut wajah kita.

Ingatlah sejak kita bayi, kitalah yang mengencingi wajahnya, kaki kitalah yang menendang-nendang wajahnya, tapi ibu tetap tersenyum. Tangan yang penuh kelembutan yang menyuapi makanan ke mulut kita, tak rela sehelai nyamukpun menggigit tubuh kita, siang malam ditungguinya, istirahat kurang, tidurnya terganggu oleh kita, sekarang tidur untuk selamanya.

Ingat hari pertama kita mampu berjalan, mampu berbicara, hingga sampai besar tak jarang kita membentak bahkan memaki ayah ibu kita, tatapan kita yang sinis, ucapan kita yang sering melukai.

Kita mampu bersekolah, kita mampu berpakaian yang baik, tetapi disebalik itu ayah kita memeras keringat membanting tulang agar kita tidak dihina orang.

Ayah cari pinjaman wang kesana sini mengurangi makan, menjual barang kesayangannya agar terpenuhi keperluan anak. Akankan kita rela sebagai anak , ayah ibu kita terhimpit di tanah kubur, melolong menjerit diliang lahat menanti doa dari anak yang soleh solehah?

Naiklah ke atas dan duduklah di tepi makam nya.Hari terakhir ini lihatlah, tidak ada apapun yang mampu kita berikan untuk bekalannya kecuali hanya doa.

Ya Allah,
Aku angkat tanganku Ya Allah,
Aku reda Engkau ambil ayah ibuku Ya Allah,
Ayah ibu yang mendidik dan membesarkan aku.

Ya Allah hari ini aku tinggalkan ayah ibu Ya Allah,
Aku serahkan ayah ibu atas urusan Mu belaka Ya Allah,
Aku ngadahkan tanganku Ya Allah,
Memohon dengan sangat Engkau ampunkan dosa-dosa ayah ibuku,Ya Allah
Kasihani ayah ibuku Ya Allah!

Ya Allah luaskan dan lapangkan kuburnya,
terangi dan cahayai kuburnya,
bahagiakan di alam kuburnya jangan sedikitpun tersiksa.

Aku titip orang tuaku Ya Allah,
Ya Allah jadikan setiap titisan darahnya,
keringatnya selama membesarkan aku menjadi saksi betapa beliau menyayangi aku,
Ya Allah sayanginya dan masukan ke syurgaMu tanpa hisab Ya Allah.

Maka akan beruntunglah ayah ibu kita, apakah Allah akan menolak doa itu? Allah SWT tak akan menolak doa ikhlas yang datang dari seorang anak yang soleh solehah.

Pesan ini bagi sahabat-sahabat yang selagi ayah ibu masih hidup. Doakan mereka, sayangi mereka, hormati serta muliakan di sisa umur mereka kerana redha Allah SWT adalah redhanya orang tua. Murka Allah adalah murkanya orang tua.

Dan bagi saudara-saudara yang ayah ibu telah tiada, mari kita bersama-sama mendoakan! Ada waktu kita pasti akan mengalaminya, di pendam, diinjak-injak dan di tinggalkan sendirian oleh orang di sekitar kita yang kita cintai. Mudah-mudahan pas giliran kita Allah SWT perintahkan malaikat rahmatnya buat menemani kita.

Sumber: https://www.facebook.com/UstazIqbalZain/

Tentang Ustaz Iqbal Zain

Ustaz Iqbal Zain

Ustaz Iqbal Zain merupakan seorang penceramah bebas, penterjemah ulama dari luar dan panel penceramah Pertubuhan KEMUDI. Mendalami pengajian khusus Feqah Imam Syafiee, Ilmu Tarbiyah dan Fiq-hudda’wah di Pusat Pengajian Darul Mustafa, Yamen. Kini menyambung pengajian di peringkat Master dalam bidang Ketamadunan Dan Falsafah Islam di Centre for Advanced Studies on Islam, Science and Civilisation (CASIS) di Universiti Teknologi Malaysia.

Muslim Brand

Kami membuat kupasan mingguan terhadap pelbagai produk keluaran muslim yang ada di dalam pasaran untuk rujukkan anda. Sokong produk keluaran muslim, gunakan kuasa beli anda dengan bijak.